Memahami Penangkaran Murai Batu Secara Poligami

Buat para pecinta burung yang ingin memulai usaha ternak burung murai batu, yuk kita belajar Memahami Penangkaran Murai Batu Secara Poligami yang baik dan benar, karena tidak sedikit orang yang gagal dalam penangkaran murai batu ini. Usaha dalam beternak burung ini memang menjadi ladang usaha yang terbilang lumayan karena semakin hari semakin bertambah pula orang menyukai hewan peliharaan yang satu ini sementara populasi burung di alam semakin sedikit jadi suatu hal yang wajar dong jika usaha ini termasuk usaha yang menjanjikan.

Penangkaran Murai Batu Secara Poligami

 

penangkaan muarai batu secara poligami

Ada beberapa langkah atau syarat yang harus di perhatikan sebelum kita memulai melakukan penangkaran burung murai batu secara poligami ini, sistem ini di lakukan tiada lain hanya untuk meningkatkan kualitas dari anakan burung itu sendiri.

Untuk memulai penagkaran, tentunya kita haru siapkan burung-burung murai batu yang akan di jodohkan atau di kawinkan, dan usahakan burung-burung itu sudah mengenal satu sama lain, hal itu di perlukan untuk mencegah perkelahian atau meminimalisir nya karena jika hal itu terjadi akan membuat salah satu dari burung itu stres.

Usia burung yang pas untuk di kawinkan yaitu sekitar 1 tahun untuk betina dan 1,5 sampai 2 tahun untuk jantan nya, dan untuk burung jantan usahakan yang pernah kawin dan terbukti subur jadi resiko kegagalan itu bisa di minimalis, kalau pun yang masih baru pastikan burung tersebut tidak memiliki emosional yang berlebihan.

Selanjut nya siapkan kandang penangkarannya, jika sudah siap, langkah yang pertama kita langsung memasukan kedua burung betina itu ke dalam kandang tersebut untuk belajar beradaptasi dengan lingkungan baru nya dan selama kurang lebih satu minggu, dan usahakan si jantan simpan atau  di dekatkan  dengan tempat penangkaran setiap hari tujuan nya tentu saja supaya bisa mengenal satu sama lain.

Dan jangan lupa selama seminggu itu burung betina di beri pakan yang bagus seperti : jangkrik kurang lebih 30 sampai 40 ekor perhari nya, voer, kroto kira-kira satu sendok makan perhari nya, kemudian cacing tanah, porsi makanan seperti itu di harapkan kedua burung tersebut akan lebih siap dalam perkawinannya, selain itu pemberian makan seperti itu juga akan menghasilkan telur-telur yang berkualitas tinggi jadi telur bisa menetas semua nanti nya.

Jika sudah ada tanda-tanda berjodoh  atau tanda-tanda seperti ini : ” kedua burung betina duduk berdampingan dan bersiul membirahi “, baru masukan burung jantan ke dalam sangkar penangkaran, dan usahakan pula waktu yang tepat untuk  memasukan si jantan yaitu pada sore hari agar mereka langsung beristirahat.

Nah selesai deh tinggal tunggu hasil nya tapi jangan lupa untuk terus mengontrol makanan nya dan mengontror situasi yang terjadi, dan jika kedua induk murai batu telah bertelur jangan lupa untuk mengambil burung jantan nya dan burung jantan tersebut bisa di gunakan langsung atau di jodohkan kembali dengan burung murai betina lain nya, karena menurut para pengamat 1 ekor burung jantan bisa kawin dengan 4 burung  betina.

Penangkaran Murai Batu Secara Poligami

Nah demikian lah cara Memahami Penangkaran Murai Batu Secara Poligami yang baik dan benar semoga bermanfaat dan selamat mencoba dan salam sukses.