Cara Ternak Sapi Potong

By On Friday, September 9th, 2016 Categories : Peternakan

Cara ternak sapi potong, mulai dari kandang sapi, pemilihan bibit sapi, sampai cara pemeliharaanya. Di Indonesia, usaha ternak sapi potong memang jenis usaha yang sangat menjanjikan. Tetapi usaha ternak sapi yang dilakukan bukanlah ternak dari awal pembibitan melainkan hanya menitikberatkan pada penggemukan saja. saat ini sudah sangat jarang sekali para peternak yang menggeluti usaha pembibitan secara intensif, karena banyak para pelaku peternak sapi yang menganggap jika usaha pembibitan sapi ini kurang begitu menguntungkan dalam hal ekonomi.

Biasanya, jenis usaha pembibitan sapi secara intensif hanya dilakukan oleh para pelaku peternak tradisional yang tinggal di desa-desa. Hal ini dikarenakan, produktivitas dair sapi itu sendiri tidak dapat diandalkan namun hanya dijadikan sebagai usaha sampingan atau lebih dianggap sebagai tabungan keluarga. Maka dari itu, Indonesia sering kali kekurangan sapi bakalan dan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka sapi bakalan sering kali di impor dari negara-negara tetangga salah satunya dari Australia.  Baca juga ternak sapi limosin

Nah, sebelum anda memulai untuk beternak sapi potong, sebaiknya anda mengetahui terlebih dahulu hal-hal penting yang harus di perhatikan sebelum beternak sapi potong. Beberapa hal penting yang harus anda perhatikan, yaitu :

Mengenali Jenis-Jenis Sapi Potong

Sapi potong terdiri dari beberapa jenis, yaitu :

a. Sapi Ongole

Sapi potong ongole

Sapi Ongole merupakan jenis sapi yang berasal dari India. Peternak sapi Ongole cukup banyak dikembangbiakan di Indonesia. Jenis sapi Ongole yang banyak dikembangbiakan terdiri dari dua tipe yaitu sapi Ongole (PO) dan juga Sapi Ongole (SO). Ciri-ciri sapi Ongole cukup mudah dikenali yaitu mulai dari kulitnya yang berwarna putih, di area kepala sedikit berwarna lebih gelap yang cenderung berwarna abu-abu, bertubuh agak panjang, memiliki leher pendek dan kakinya terlihat lebih panjang dibandingkan dengan jenis sapi pada umumnya.
Jenis sapi Ongole mudah sekali beradaptasi dengan lingkungan yang beriklim tropis, sehingga jenis sapi ini sangat disukai oleh para peternak sapi di Indonesia. Namun sayangnya pertumbuhan jenis sapi ini cenderung lebih lambat, usia dewasa jenis sapi ini sekitar 4 hingga 5 tahun, sehingga banyak para peternak yang melakukan penyilangan antara sapi ongole dengan jenis sapi lainnya.

b. Sapi Bali

Sapi bali

Untuk jenis sapi Bali memiliki ciri pada warna kulit tubuhnya yang berwarna coklat, warna kulit tubuhnya tersebut akan menjadi semakin gelap seiring bertambahnya usia sapi tersebut. Jenis sapi ini juga menjadi salah satu jenis sapi lokal yang paling banyak di budidayakan di negara kita, karena tekstur dagingnya lebih lembut dan mengandung sedikit lemak. Daerah yang cocok untuk beternak sapi Bali yaitu di daerah beriklim tropis yang berada di daerah dengan ketinggian dibawah 100 mdpl. Beberapa daerah yang banyak membudidayakan jenisa sapi ini yaitu di daerah Bali, NTT, NTB dan juga Sulawesi.

c. Sapi Impor

Sapi Impor Australia

Dijaman modern seperti sekarang ini, perkembangan teknologi dalam industri peternakan sudah semakin maju. Jenis sapi impor yang biasa hidup di daerah beriklim sub tropis seperti dari Eropa, Amerika dan juga Australia kini bisa dibudidayakan dengan baik di Indonesia yang beriklim tropis. Sapi-sapi dari daerah tersebut memiliki keunggulan pada bentuk dan ukuran tubuhnya yang besar serta memiliki ketebalan daging yang sangat bagus. Dari sekian banyak jenis sapir dari beberapa negara tersebut, beberapa jenis sapi yang sudah sangat terkenal dan banyak di budidayakan di Indonesia diantaranya yaitu sapi Limosin (Perancis), sapi Aberdeen Angus (Skotlandia), sapi Simental (Swiss), sapi Brangus dan Brahman (Amerika Serikat).

Kandang Sapi

Kontruksi dalam pembuatan kandang sapi dapat tentunya disesuaikan dengan skala peternakan dan juga ketersediaan dana yang anda miliki, namun secara umum kandang sapi harus terlindungi dari pengaruh iklim dan juga perubahan cuaca di kawasan peternakan. Perlu anda ingat bahwa suhu tubuh sapi berada pada kisaran antara 38-39°C.

kandang-sapi

Kandang sapi pada umumnya terdiri dari tiga tipe yaitu tipe kandang berdinding terbuka, setengah terbuka dan juga sekeliling kandang memiliki dinding tertutup. Ketiga tipe kandang tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca di sekitar peternakan, jika angin di sekitar peternakan cukup kencang sebaiknya pilih tipe kandang tertutup agar tidak mempengaruhi suhu tubuh sapi tersebut yang dapat meyebabkan sapi-sapi sakit.

Selain itu, hal lain yang sangat penting untuk anda ingat yaitu ketersediaan perlengkapan dan peralatan kandang seperti :

  1. Tempat makan dan minum
  2. Tempat tambat
  3. Peralatan kebersihan kandang, seperti :
    -Sapu
    -Sekop
    -Garpu/Garu
    -Ember dan selang air
    -Sikat
  4. Perlengkapan kesehatan sapi, seperti :
    -Obat-obatan
    -Jarum suntik
    -Vaksin

Pemilihan Bibit Sapi Potong

Bibit sapi bali

Bibit sapi bali

Jika kita ingin memulai bisnis pembesaran sapi potong, sebaiknya bibit yang kita pilih yaitu bibit bakalan dengan ciri-ciri seperti berikut :

Jika memungkinkan, sebaiknya carilah bibit sapi unggukan yang memiliki kriteria berikut ini.

  • Bertubuh padat dan tidak terdapat cacat serta tidak terdapat parasit pada kulitnya
  • Memiliki mata bersih dan cerah, tidak mengeluarkan air atau kotoran
  • Memiliki pernafasan yang baik dan tidak mengeluarkan lendir pada lubang hidungnya
  • Memiliki kuku yang bersih, tidak bengkak dan jika diraba tidak terasa panas.
  • Jika dilihat pada bagian duburnya, pastikan tidak terlihat bekas mencret.

Pemeliharaan Sapi Potong

Dalam memelihara sapi bakalan, sebaiknya anda memperhatikan beberapa hal penting berikut ini.

a. Pakan sapi

Jenis pakan yang diberikan, diantaranya yaitu :

  • Jenis pakan berserat

Seperti hijau-hijauan atau rumput, leguminosa dan juga berbagai jenis tanaman lainnya. Anda juga dapat memberikan pakan dari limbah pertanian seperti jerami padi atau jagung, pucuk tebu, daun kacang tanah dan lain sebagainya.

  • Konsentrat

Konsentrat atau juga dikenal dengan sebutan bahan penguat yang terdiri dari biji-bijian, umbi-umbian dan limbah hasil dari pengilahan pertanian lainnya.

  • Pakan Tambahan

Pakan tambahan ini terdiri dari vitamin, mineral, antibiotik, urea, enzim dan lain sebagainya.

b. Pemberian pakan sapi

Jenis pakan konsentrat untuk sapi dapat dibuat dari beberapa bahan, yang paling penting yaitu memiliki kadar protein yang tetap terjaga sekitar 12% dan juga Total Digestible Nutriens (TDN). Pemberian pakan sendiri dapat diberikan konsentrat sebanyak 1-2% dari berat tubuh sapi itu sendiri.

Sebaiknya anda memberikan pakan konsentrat pada sapi dalam bentuk kering, ini berguna untuk membantu merangsang keluarnya enzim dari ludah sapi yang nantinya dapat bermanfaat untuk mempercepat proses pertumbuhan bakteri di dalam rumen sapi. Sedangkan pemberian pakan hijauan sebaiknya diberikan sebanyak 10% dari berat tubuh sapi itu sendiri, jadwal pemberian pakan dilakukan 2-3 jam setelah pemberian jenis pakan konsentrat.

Perawatan Sapi Potong Secara Umum

Sama hal nya dengan hewan ternak lainnya, hewan ternak sapi potong juga sangat membutuhkan perawatan secara rutin agar sapi dapat tumbuh dan berkembang dengan pesat. Beberapa perawatan yang harus dilakukan, diantaranya yaitu :

  • Pemberian vaksin dan obat-obatan lainnya
  • Menjaga kebersihan sapi dengan rutin memandikan sapi 1-2 kali sehari
  • Menjaga kebersihan kandang dengan membersihkan kotorannya setiap hari.

Itulah penjelasan singkat mengenai cara ternak sapi potong yang dapat kami sampaikan, semoga informasi diatas dapat bermanfaat dan semoga berhasil.