Cara Ternak Kambing Gibas

By On Thursday, September 15th, 2016 Categories : Peternakan

Ternak Kambing Gibas – Budidaya Kambing Gibas di dunia peternakan cukup populer dan banyak di sukai banyak para peternak kambing, karena pertumbuhan kambing ini sangat cepat dan tentunya sangat menguntungkan. Kambing gibas sendiri merupakan jenis kambing yang memiliki ciri khas yang cukup unik, populasi jenis kambing ini sudah cukup banyak dan tersebar di seluruh Indonesia. Kambing ini juga sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar, sehingga sangat mudah di budidayakan.

cara ternak kambing gibas
Karakteristik dari kambing gibas yaitu memiliki ciri-ciri seperti :

  • Memiliki bentuk badan sedang
  • Telinga pendek
  • Bentuk penggung meninggi
  • Leher pendek
  • Kambing jantan dan juga betina sama-sama memiliki tanduk
  • Tinggi badan kambing jantan mencapai 60 – 65 cm
  • Tinggi badan kambing betina mencapai 55 58 cm

Seperti yang telah kami sampaikan pada paragraf diatas bahwa membudidayakan jenis kambing Gibas ini terbilang mudah, asalkan anda tahu panduan yang baik dalam membudidayakannya. Untuk itu kami telah siapkan panduan cara membudidayakan kambing Gibas dengan baik, langsung saja kita simak panduan lengkapnya di bawah berikut ini.

Cara Membudidayakan Kambing Gibas dengan Baik

A.Tehnik Pemilihan Bibit Unggulan

1. Bibit Pejantan

Mengetahui tehnik dalam pemilihan bibit kambing Gibas memang sangat penting untuk menunjang keberhasilan dalam berternak kambing Gibas. Ciri-ciri bibit kambing jantan unggulan yaitu seperti :

  • Memiliki tubuh sehat
  • Pertumbuhannya cepat sesuai dengan umur kambing
  • Memiliki bulu bersih dan lebat
  • Memiliki tubuh panjang, kaki lurus dan juga tidak cacat
  • Postur tubuh tegap dan gagah, serta memiliki tumit panjang
  • Bergerak aktif dan lincah
  • Memiliki nafsu makan yang bagus dan juga birahi yang tinggi serta memiliki buah zakar berbentu simetri/tidak besar sebelah

2. Bibit Betina

  • Bertubuh sehat
  • Memiliki bulu bersih, lebat dan mengkilap
  • Bentuk tubuh ramping.tidak terlalu gemuk
  • Tidak cacat
  • Memiliki Alat kelamin yang normal
  • Bentuk susu dan ambing normal

B. Kandang dan Perawatannya

Kandang ini sebenarnya harus sudah disiapkan sebelum bibit kambing didatangkan, karena kandang merupakan sarana yang harus dipersiapkan dari jauh hari sebelum menyediakan bibit kambing gibas yang akan anda pelihara. Pastikan kandang kambing yang dibuat menggunakan bahan material yang kuat agar masa pakainya dapat bertahan lama. Selain itu, persiapkan berbagai perlengkapan kandang yang memadai seperti tempat makan dan minum kambing.
Ukuran kandang yang yang ideal yaitu berukuran :

  • Kandang anakan kambing gibas yaitu berukuran 1 x 1,2 meter (Kapasitas 2 ekor)
  • Kandang kambing jantan dewasa yaitu berukuran 1.2 x 1,2 meter
  • Kandang kambing gibas betina dewasa yaitu berukuran 1 x 1,2 meter
  • Kandang khusus menyusui yaitu berukuran 1,5 x 1,5 meter

C.Masa Perkawinan

Masa kawin pada kambing gibas biasanya setelah kambing berumur dewasa sekitar 6 – 8 bulan, pada usia kambing tersebut biasanya akan mulai menandakan birahi. Umur kambing yang sudah deasa juga dapat dilihat dari giginya, kambing betina yang sudah siap dikawinkan yaitu berumur 10 – 12 bulan, sedangkan untuk kambing pejantan umurnya harus lebih dari 1 tahun.

Kambing betina yang sudah dewasa dan minta untuk dikawin dapat dikenal dengan ciri-ciri seperti :

  • Terlihat gelisah
  • Alat kelamin membengkak, kemerahan, sedikit basah dan juga hangat
  • Sering menggerak-gerakan ekornya
  • Nafsu makan menurun drastis
  • Tidak berontak saat dinaiki kambing jantan

Masa kawin atau birahi kambing betina biasanya hanya berlangsung selama 30 jam saja dan memiliki siklus perkawinan selama 17 hari. Untuk itu, saat-saat seperti ini sangatlah baik untuk mengkawinkan kambing agar kambing dapat berkembang biak dengan lancar dan sehat.

Waktu-waktu yang baik untuk mengawinkan kambing yang sudah dewasa yaitu sekitar 12 sampai dengan 18 jam setelah kaming mengalami tanda-tanda birahi. Hal ini tentunya dilakukan untuk mempermudah perkawinan dan juga memperkecil resiko kegagalan dalam proses perkawinan. Selain itu, sebaiknya pasangan kambing yang akan dikawinkan dimasukan kedalam satu kandang. Penting untuk anda ketahui, sebaiknya hindari melakukan perkawinan sedarah untuk meminimalisir resiko kecacatan pada saat anak kambing dilahirkan.

D. Masa Melahirkan

Masa kehamilan Kambing gibas hamir sama saja dengan jenis kambing pada umumnya yang memiliki masa kehamilan selama 6 bulan. Setelah memasuki masa melahirkan, maka kambing akan memberikan tanda-tanda seperti :

  • Tampak gelisah melebihi pada masa birahi
  • Sering menggaruk-garukan kaki ke tanah atau lantai kandang
  • Perut menurun dan pinggul kambing mulai mengendur
  • Sering mengembik
  • Ambing susu membesar dan pada putting susu mengeluarkan kolostrum saat di pencet
  • Alat kelamin membengkak, kemerahan dan sedikit basah

Setelah tanda-tanda tersebut terlihat pada kambing betina yang aka melahirkan, segera persiapkan kandang untuk anak kambing yang bersih dan pastikan lantai kandang di lapisi dengan jerami kering atau karung goni bersih jika memungkinkan agar anak kambing merasa hangat. Selain itu, diapkan juga obat untuk mengeringkan luka bekas potongan tali pusar agar lukanya cepat kering.

E. Perawatan Anak Kambing

Setelah anak kambing lahir, sebaiknya satukan anak kambing dengan induknya dalam satu kandang khusus untuk menyusui. Karena biasanya indukan kambing tidak lantas memperhatikan anaknya yang baru dilahirkan, untuk itu sebaiknya anda mendekatkan anak kambing dengan induknya agar mau menyusui sendiri. Namun jika induk kambing masih belum mau menyusui anaknya, sebaiknya anda memberikan susu buatan dari bahan campuran seperti susu putih, gula dan juga sebutir telur ayam dan aduk hingga tercamour merata, berikan susu tersebut 2 kali sehari, lakukan tindakan ini sampai indukan kambing mau menyusui anaknya sendiri.

F. Memperkirakan Umur Kambing

Setiap kambing yang baru lahir sebaiknya dibuatkan catatan kelahirannya untuk mengetahui umur kambing secara pasti nantinya. Tetapi umur kambing juga dapat diperkirakan dengan melihat dari jumlah gigi seri yang tumbuh pada rahang bagian bawah. Gigi seri yang dibawa sejak lahir dikenal dengan nama gigi seri susu dan seiring bertambahnya usia kambing gigi seri tersebut akan tanggal dan kembali tumbuh dan gigi seri yang kembali tumbuh ini disebut dengan gigi seri tetap.

Jumlah gigi seri tetap ini dapat dijadikan sebagai perkiraan umur kambing, namun ini hanya sebatas perkiraan saja dan belum pasti. Berikut ini merupakan cara mengetahui umur kambing sesuai dengan jumlah gigi seri, yaitu :

  • Umur < 1`tahun : Gigi seri susu sudah tumbuh sempurna
  • Umur 1 – 2 tahun : 2 gigi seri susu sudah berganti dengan gigi seri tetap
  • Umur 2 – 3 tahun : 4 gigi seri susu sudah berganti dengan gigi seri tetap
  • Umur 3 – 4 tahun : 6 gigi seri susu sudah berganti dengan gigi seri tetap
  • Umur 4 – 5 tahun : 8 gigi seri susu sudah berganti dengan gigi seri tetap
  • Umur > 5 tahun : Semua gigi seri tetap sudah mengalami kerusakan atau mulai tanggal

G. Pemberian Pakan

Secara umum, jenis pakan kambing gibas yang dapat diberikan terdiri dari dua jenis yaitu pakan hijauan dan juga pakan konsentrat. Pakan hijauan terdiri dari rumput-rumputan, dedaunan dan juga kacang-kacangan, sedangkan jenis pakan konsentrat terdiri dari dedak, ampas tahu dan lain sebagainya. Kambing juga dapat diberikan jenis pakan dari limbah hasil pertanian seperti kulit pisang, kulit singking, umbi-umbian dan lain sebagainya.

H. Perawatan dan Pengendalian penyakit

Perawatan kambing gibas pada dasarnya sangatlah sederhana sama hal nya dengan perawatan kambing pada umumnya, yang meliputi :

  • Menjaga kebersihan kandang
  • Memandikan kambing minimal 1 kali seminggu
  • Menjemur kambing setelah dimandikan
  • Memeriksa kesehatan kambing dan pemberian vaksin

Bagaimana, apakah anda berminat untuk bisnis ternak kambing gibas?

Itulah panduan cara beternak kambing gibas yang dapat kami sampaikan, semoga informasi diatas dapat bermanfaat dan sampai jumpa.