Panduan Cara Ternak Cacing Tanah (Lumbricus Rubellus)

By On Monday, October 17th, 2016 Categories : Peternakan

Ternak Cacing Tanah lengkap dari persiapan media hingga panen– Cacing ini masuk ke dalam kelompok spesies Lumbricus Rubellus merupakan salah satu jenis cacing yang saat ini sangat potensial untuk dikembangbiakan. Hal ini dikarenakan, jenis cacing tanah yang satu ini memiliki siklus pertumbuhan yang sangat cepat berbeda dengan jenis cacing pada umumnya. Selain itu, proses dalam membudidayakan jenis cacing ini juga cukup mudah untuk dilakukan khususnya bagi para pemula yang ingin mencoba manisnya beternak cacing tanah, karena cacing ini dapat dibudidayakan pada media limbah organik. Maka tak heran jika cacing ini banyak dimanfaatkan di dalam industri pertanian, peternakan dan juga di dunia farmasi untuk dijadikan sebagai bahan untuk membuat berbagai jenis obat-obatan serta bahan pembuatan kosmetik.

Cara ternak cacing tanah

Bahkan permintaan cacing tanah ini terus mengalami peningkatan mengingat manfaatnya yang segudang, sehingga pantas jika peluang usaha ternak cacing tanah saat ini begitu menjanjikan.

Saat ini ketersediaan jenis cacing tanah masih sangat sedikit, sehingga harga jualnya pun masih cukup tinggi, ini dikarenakan hingga saat ini jumlah komunitas para peternak cacing tanah masih sangat jarang. Untuk itu, bagi anda yang sedang mencari peluang usaha yang cukup menjanjikan dengan modal yang tidak terlalu besar, maka ternak cacing tanah bisa menjadi bahan pertimbangan untuk anda.

Cara Ternak Cacing Tanah

Bagi anda yang tertarik untuk mencoba untuk menjalankan bisnis ternak cacing, maka kami telah siapkan panduan lengkapnya cara ternak cacing dari awal hingga panen. Untuk lebih jelasnya, langsung saja simak ulasannya dibawah berikut ini.

Persiapan Lahan

Persiapan lahan merupakan langkah utama yang sangat penting untuk anda perhatikan, karena jika tidak direncanakan dengan sangat matang dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan dari bisnis ternak cacing yang anda jalankan.

Tanah yang baik digunakan sebagai lahan untuk beternak cacing yaitu tanah pada lahan harus mengandung bahan-bahan organik yang cukup tinggi. Beberapa bahan organik yang dapat digunakan yaitu seperti daun-daunan yang sudah berguguran, tanaman atau ternak yang sudah mati, limbah ternak seperti kotoran sapi, kambing atau ayam. Dan lain sebagainya. Kenapa harus mengandung bahan organik? Karena cacing tanah sangat suka dengan bahan-bahan yang mudah sekali membusuk, sehingga makanan lebih mudah untuk dicerna.

Agar pertumbuhan cacing lebih cepat, maka cacing tanah yang dipelihara sangat membutuhkan kondisi tanah yang sedikit asam hingga netral dengan tingkat PH sekitar 6 sampai 7.2. Maka dengan kondisi tanah tersebut, bakteri yang berada di dalam tubuh cacing dapat bekerja dengan maksimal agar dapat melakukan proses permentasi atau pembusukan. Selain itu, suhu atau kelembaban dari tanah juga sangat penting untuk diperhatikan agar pertumbuhan dan perkembangan cacing bisa lebih maksimal yaitu hingga 15-30%.

Suhu terbaik pada tanah yang akan dijadikan sebagai lahan pengembangbiakan cacing tanah dan juga proses penetasan kokon yaitu sekitar 15-25 derajat Celcius. Suhu melebihi dari 25 derajat Celcius juga masih cukup baik, asalkan terdapat naungan yang memadai agar kelembaban tanah bisa tetap terjaga dengan baik. pastikan juga lokasi lahan mudah untuk diawasai dan tidak terkena cahaya matahari secara langsung.

media-cacing-tanah

Persiapan Kandang dan peralatan

Di dalam membuat kandang, sebaiknya gunakan bahan materail yang murah dan mudah saja seperti menggunakan bahan bambu, kayu, ijuk dan genteng dari tanah liat. Untuk peternakan cacing berskala besar biasanya membuat kandang berukuran 2.5 x 1 meter dengan tinggi 0.3 meter. Di dalam kandang juga dibuatkan rak-rak bertingkat untuk dijadikan sebagai tempat atau wadah pemeliharaan.

Pembibitan

Apabila anda ingin memulai budidaya cacing tanah untuk keperluan komersil, maka anda dapat memilih bibit yang sudah tersedia di toko peternakan. Tetapi jika usaha yang anda jalankan ini masih skala kecil, sebaiknya carilah bibit cacing tanah yang hidup di alam bebas. Anda dapat mencarinya di tumpukan-tumpukan sampah yang membusuk atau dilokasi tempat pembuangan kotoran ternak.

Pemeliharaan Bibit Calon Indukan

Proses pemeliharaan calon indukan cacing tanah dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti :
Pemeliharaan cacing tanah dalam jumlah banyak. Untuk ukuran kandang panjang 2,5 m x lebar <1 m x tinggi 0,3 m, maka jumlah cacing yang dapat dipelihara yaitu sekitar 1,000 ekor cacing tanah berumur dewasa.

Pemeliharaan skala kecil. Jika anda masih pemula, sebaiknya proses pemeliharaan sedikit demi sedikit saja, jika cacing sudah beranak dan jumlahnya bertambah, maka dapat dipindahkan ke bak pemeliharaan lain.

Sistem pemeliharaan khusus untuk kokon sampai anak. Setelah anakan cacing sudah dewasa, maka bisa dipindahkan ke bak pemeliharaan yang lebih besar.

Perkawinan dan Reproduksi

Cacing merupakan jenis hewan yang termasuk hewan hemaprodit, yaitu jenis hewan yang memiliki alat reproduksi ganda. Meskipun memiliki alat kelamin ganda, namun mereka tetap tidak bisa melakukan perkawinan sendiri.

Buah dari hasil perkawinan dua ekor cacing akan menghasilkan satu buah kokon yang di dalamnya berisi telur-telur. Kokon tersebut berbentuk lonjong yang memiliki ukuran 1/3 lebih besar dari kepala korek api. Dalam waktu 14 sampai 21 hari kokon tersebut akan mulai menetas dan setiap kokon akan menghasilkan 2 sampai 20 ekor anak cacing.

Pemberian Pakan

Cacing-cacing yang kita pelihara cukup diberi makan 1 kali selama 24 jam, jika anda menanam benih cacing sebanyak 1 kg, maka pakan yang diberikan juga harus sebanyak 1 kg. di dalam pemberian pakan, anda harus memperhatikan beberaap hal berikut ini.

  • Berikan jenis pakan berbentuk serbuk
  • Tebarkan pakan di atas media, namun jangan sampai menutupi seluruh bagian meda dan sisakan minimal 2-3 bagian peti
  • Tutup pakan yang sudah ditebar dengan menggunakan media yang tidak tembus cahaya matahari
  • Perbandingan antara pakan dan air yaitu 1:1

Proses Penggantian Media

jika media yang digunakan sudah berubah menjadi tanah dan terdapat banyak kokon (telur), maka sebaiknya induk, anakan, telur dipisahkan segera ganti dengan media baru agar anak cacing dapat berkembangbiak dengan cepat. Penggantian media dapat dilakukan 2 minggu sekali.

Penanganan Hama dan Penyakit

Keberhasilan dalam budidaya cacing tanah juga tidak terlepas dari upaya dalam penanganan hama dan juga penyakit yang dapat menyerang. Hama-hama tersebut dapat berupa serangga dan hewan pemangsa seperti semut, katak, kelabang, tikus, itik, ayam dan hewan pemangsa lainnya.

Panen

Di dalam usaha ternak cacing tanah terdapat dua bagian yang dapat kita panen yaitu cacing dan juga tanah bekas ternak cacing itu sendiri. Proses pemanenan cacing sangat mudah, anda cukup menerangi media tanam dengan menggunakan cahaya lampu atau sejenisnya, maka cacing-cacing pun akan keluar dengan sendirinya karena cacing sangat sensitif dengan cahaya. Selanjutnya anda tidak memunguti cacing-cacing tersebut dan memasukannya pada wadah.

Bagaimana, cukup mudah dan sederhana bukan?

Itulah panduan dalam cara ternak cacing tanah bagi para pemula, semoga apa yang telah kami sampaikan diatas dapat bermanfaat untuk anda semua. Selamat mencoba dan semoga berhasil.