Cara Dan Langkah Budidaya Jangkrik

By On Thursday, March 27th, 2014 Categories : Peternakan

Para peternak telah bekerja sama dengan ASTRIK ( Asosiasi Jangkrik Indonesia ) dan IPB untuk mendapatkan bagaimana mana Cara Dan Langkah Budidaya Jangkrik yang benar untuk mendapatkan hasil yang bagus dan sukses sehingga dengan modal yang kecil pun mampu mendapatkan keuntungan yang besar.

Cara Dan Langkah Budidaya Jangkrik

Cara Dan Langkah Budidaya Jangkrik

Jangkrik yang di ternak kan untuk kali ini yaitu jangkrik kalung dimana jenis jangkrik yang satu ini memiliki banyak kandungan yang bermanfaat seperti asam lemak (omega 3 dan 6), asam amino, kalogen,  dan hormon (testosteron, progesteron, dan estrogen). Sehingga jangkrik jenis ini tidak hanya di peruntukan untuk pakan hewan taernak seperti burung saja tapi juga dapat di gunakan untuk bahan baku industri obat-obatan, farmasi, dan kosmetik.

Langkah-langkah yang di kembangkan ASTRIK dan IPB dalam budidaya jangkrik yaitu :

Pembuatan kandang

Bahan baku yang di gunakan yaitu : Bambu atau lis kayu, serbuk gergaji, lakban, lem kertas dan triplek, Buatkan kandang dengan ukuran kira-kira panjang 100 cm, lebar 60 cm dan tinggi 30 cm untuk menampung kira-kira 4.000 ekor dan untuk atap kandang nya bisa di lapisi oleh, daun-daunan seperti daun pisang, daun jati dan lain-lain.

Untuk mengetahui calon indukan jangkrik yang baik yaitu dapat dikenal dari beberapa ciri-ciri berikut ini.

Ciri-ciri Indukan Jangkrik Berkualitas :

  • Seluruh anggota tubuhnya masih lengkap dan sempurna, mampu melakukan lompatan yang cukup jauh, gesit dan juga memiliki warna tubuh yang mengkilap.
  • Indukan jantan sering mengeluarkan bunyi yang nyaring, pada permukaan sayap atau punggungnya kasar dan bergelombang.
  • Untuk indukan betina, pastikan pada bagia ekornya masih memiliki ovipositor. Ovipositor yaitu ekor bagian tengah dari 3 buah ekor yang terdapat pada indukan betina dan ukurannya paling besar.

Untuk membedakan indukan jangkrik jantan dan betina sangatlah mudah, perbedaan yang paling mencolok yaitu pada bagian ekornya. Indukan jantan hanya memiliki 2 helai ekor, sedangkan pada indukan betina terdapat 3 helai ekor. Sebenarnya ekor bagian tengan bukanlah ekor, melainkan sebuah Ovipositor.

Cara Ternak Jangkrik

Sebelum memulai beternak jangkrik, pastikan tempat atau kondisi ruangan kandang memiliki tingkat kelembababn yang cukup dan terhindari dari hewan pemangsa seperti tikus, laba-laba, kecoa dan juga semut. Kelembaban ruangan kandang harus selalu terjaga dan terutama pada musim kemarau. Untuk menjaga suhu dilokasi kandang agar tetap stabil, maka dapat dilakukan penyemprotan atau juga dapat dilakukan dengan menutupi kandang jangkrik dengan menggunakan karung goni basah.

Di dalam beternak jangkrik, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan yaitu :

  • Cara Mengawinkan Jangkrik

Proses mengawinkan jangkrik sebaiknya dilakukan pada tempat atau kandang terpisah dari kandang pembesaran untuk anakan. Kandang yang baik untuk melakukan proses perkawinan jangkrik yaitu harus dibuat semirip mungkin dengan habitat aslinya yang ada di alam bebas. pada permukaan dinding kandang dapat dilapisi dengan tanah liat, semen putih dan juga ditutup dengan dedaunan kering seperti menggunakan daun pisang kering, daun jati atau juga dapat menggunakan bubuk gergaji.

Pasangan jangkrik yang akan di kawinkan harus berasal dari satu spesies, karena proses perkawinan tidak akan terjadi jika indukan betina dan jantan berbeda spesies. Untuk perbandingannya, di dalam satu kandang dimasukan 2 indukan jantan dan 10 indukan betina. Selain itu, pastikan di dalam kandang disiapkan bak atau wadah yang berisi pasir atau tanah kering yang nantinya akan digunakan untuk tempat bertelur. Pada saat proses perkawinan berlangsung indukan jantan akan terus berderik dan indukan jangkrik betina yang telah dibuahi akan bertelur pada tempat yang telah disediakan.

Selama berlangsung proses perkawinan, ketersediaan makanan harus selalu siap dengan diberikan jenis pakan berupa sawi, bayam, kangkung dan sayuran hijau lainnya. jika pakan tidak habis dan sudah layu, sebaiknya segera dibuang dan diganti dengan yang baru.

Menurut para peternak jangkrik yang sudah berpengalaman, pada saat berlangsung proses perkawinan, indukan sebaiknya diberikan pakan racikan yang terdiri dari kuning telur bebek rebus, bekatul, tepung ikan dan vitamin. Jenis pakan ini sangat baik untuk memenuhi nutrisi indukan agar dapat menghasilkan telur yang banyak dan berkualitas.

  • Proses Penetasan

Setelah indukan bertelur, sebaiknya telur-telur tersebut dipisahkan dari indukan, ini bertujuan untuk mencegah indukan memakan telur-telurnya. Biasanya, telur-telur jangkrik akan mulai menetas setelah telur berumur 5 hari dari awal indukan betina bertelur. Pindahkan telur-telur tersebut pada kandang pemeliharaan anakan, telur yang sudah dibuahi dapat dikenali dari warnanya yang keruh, sedangkan telur yang belum dibuahi berwarna benih. Tutup kandang penetasan dengan menggunakan karung goni yang telah dibasahi, sehingga suhu kelembaban kandang akan tetap stabil.

  • Pemberian Pakan

Setelah semua telur-telur tersebut menetas, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan yaitu memberi makan anakan jangkrik tersebut. Pakan yang diberikan untuk anakan berumur 1-10 hari berupa voor yang biasa diberikan pada anakan ayam.  Setelah anakan jangkrik berumur lebih dari 10 hari, maka jenis pakan di ganti dengan sayur sayuran atau jagung muda. secara bertahap bisa diberi pakan tambahan berupa singkong, ubi atau mentimun.

  • Pemeliharaan Kandang

Selama tahap pemeliharaan, pastikan suhu kandang tetap terjaga dan tetap dalam kondisi bersih serta terbebas dari hama pengganggu atau pemangsa. Selain itu, selalu berikan pakan yang cukup, karena jangkrik memiliki sifat kanibal yang suka memakan sesamanya jika kekurangan makanan.

Jika pakan sudah terlihat layu dan tidak dimakan oleh jangkrik, sebaiknya segera ganti pakan dengan yang baru. Selain itu, letakan kaki kandang pada kaleng yang berisi minyak tanah, oli dan sejenisnya. Hal ini bertujuan untuk mencegah hama masuk ke dalam kandang.

  • Pemanenan

Keuntungan dari beternak jangkrik yaitu terdapat dua bagian yang bisa dipanen yaitu jangkrik dewasa dan juga telur jangkrik. Bahkan harga telur jangkrik biasanya lebih mahal dibandingkan dengan harga jangkrik itu sendiri, telur jangkrik sendiri biasanya dijual pada peternak jangkrik pembesaran. Masa panen jangkrik biasanya sudah dapat dilakukan setelah jangkrik berumur 30 hari, terhitung sajak awal penetasan.

Selain makanan, jangkrik juga perlu minum tapi cara nya bukan di simpan pakai wadah air minum tapi dengan cara menggunakan spon atau busa yang telah di basahi atau bisa juga menggunakan kain dan simpan di atas piring kemudian masukan kedalam kendang.

Catatan

Jangkrik adalah hewan yang kanibal jadi untuk mencegah kanibal, sebaik nya beri lah pakan secara teratur dan rutin, selain itu jangkrik juga sangat menyukai susu cuaca di bawah 30 derajat, dan jika suhu nya kurang baik biasa nya jangkrik akan mencret.

Selain itu jangkrik juga suka merayap dan naik ke permukaan kandang, jadi di sarankan untuk menempelkan lakban di bagian atas kandang dan yang palin penting sebelum kandang di gunakan, kandang harus di bersihkan terlebih dahulu yaitu dengan menyemprotkan desinfektan atau dengan larutan sirih kemudian di jemur kira-kira dua hari.

Cara Dan Langkah Budidaya Jangkrik

Di Indonesia sendiri, terdapat lebih dari 100 spesies jangkrik tetapi belum semuanya terpetakan. Dari sekian banyak spesies jangkrik, beberapa diantaranya yang paling populer yaitu spesies Gryllus mitratus dan juga Gryllus Testaclus. Selain itu, ada juga jangkrik yang diternakan untuk dijadikan sebagai jangkrik aduan. Jangkrik sendiri merupakan jenis hewan herbivora, di habitat aslinya jangkrik sering makan dedaunan muda dan juga rerumputan. Sedangkan pada lingkungan budidaya, jangkrik sering diberi makan sayuran hijau yang kaya akan kandungan airnya seperti mentimun, bayam, selada, sawi dan juga daun pepaya.

Nah seperti itu lah Cara Dan Langkah Budidaya Jangkrik, semoga bermanfaat dan terima kasih atas kunjungan nya.