Cara Budidaya Ikan Koki di Akuarium

By On Sunday, September 18th, 2016 Categories : Ikan

Panduan cara budidaya ikan koki di akuarium. Tidak sedikit orang yang hobi mengoleksi atau memelihara ikan hias rumahnya, bahkan tidak sedikit kalangan masyarakat yang memiliki kolam ikan di pekarangan rumahnya. Hal ini tentunya dapat menandakan jika ikan hias memiliki pengaruh yang cukup besar bagi penghuni rumah, karena setiap orang yang hobi mengoleksi ikan hias tentunya mereka akan merasa sangat senang bahkan tidak sedikit orang yang menganggap jika memiliki koleksi ikan hias di rumah dapat menghilangkan rasa kejenuhan. Maka tak heran jika saat ini penggemar ikan hias terus mengalami peningkatan dan penjualan ikan hias di pasaran pun cukup tinggi.

Secara umum ikan hias terbagi dalam dua jenis yaitu jenis ikan hias air tawar dan juga air asin (ikan hias air laut). Kedua jenis ikan hias ini memiliki cara pembudidayaan yang berbeda, jika ikan hias air tawar dapat dibudidayakan pada kolam maupun akuarium, sedangkan untuk jenis ikan hias air asin hanya dapat dibudidayakan pada akuarium yang berisi air asin. Namun pada kesempatan kali ini, kami hanya akan membagikan informasi mengenai cara beternak atau budidaya ikan hias air tawar.

Banyak sekali jenis ikan hias air tawar yang dapat dibudidayakan, untuk membudidayakannya pun cukup mudah dan dapat dilakukan pada media kolam ataupun akuarium. Berikut ini merupakan beberapa jenis ikan hias air tawar yang populer dan mudah dibudidayakan, diantaranya yaitu :

  1. Ikan Cupang
  2. Ikan Guppy
  3. Ikan Arwana
  4. Ikan Louhan
  5. Ikan Mas Koki
  6. Ikan Koi
  7. Ikan Diskus
  8. Ikan Oscar

Dari beberapa jenis ikan hias air tawar diatas, salah satu jenis ikan hias yang paling populer yaitu ikan Mas Koki. Ikan hias ini memiliki bentuk dan warna kulit yang menarik, sehingga ikan hias ini cukup digemari banyak kalangan masyarakat penggemar ikan hias. Selain dapat dijadikan ikan hias di dalam rumah, ikan hias ini dapat menjadi peluang usaha yang sangat menjanjikan, karena permintaan konsumen terhadap ikan hias ini masih sangat tinggi.

Cara budidaya Ikan koki

Bagi anda yang sedang mencari peluang usaha sampingan, tidak ada salahnya jika anda mencoba untuk terjun ke bisnis ternak ikan hias Mas Koki. Selain dijadikan sebagai hobi, anda juga dapat meraup keuntungan yang cukup besar dari bisnis ini.

Ikan Mas Koki merupakan jenis ikan hias air tawar yang cukup populer di Indonesia. Maka tak heran jika banyak para peternak ikan hias Mas Koki bermunculan, mengingat tingginya permintaan pasar terhadap ikan hias yang satu ini. di Indonesia, jenis ikan hias Mas Koki memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, sehingga bisnis ternak ikan hias ini cukup menjanjikan jika dikelola dengan baik. Lihat juga ikan hias akuarium cantik

Untuk menjalankan bisnis ini, tentunya modal pengetahuan menjadi faktor utama yang harus anda penuhi sebelum anda memulai bisnis ternak ikan Mas Koki. Maka dari itu, kami akan bagikan informasi mengenai cara budidaya ikan Mas Koki yang baik. Untuk mempersingkat waktu, langsung saja simak informasinya dibawah berikut ini.

indukan ikan koki

Cara Budidaya Ikan Mas Koki

1. Pemilihan Indukan

Ciri-ciri indukan ikan mas koki yang baik untuk dilakukan pemijahan yaitu memiliki panjang tubuh berukuran minimal 7 cm atau seukuran telur bebek yang telah berumur lebih dari 7 bulan. Jika dilihat secara fisik, indukan yang baik memiliki bentuk tubuh yang ideal, berekor lebar, memiliki sirip tegak pada saat bergeak, kepala berukura kecil dan sisiknya tidak rontok. Jika anda ingin menghasilkan larva dengan warna yang beragam, maka sebaiknya anda mencari indukan berwarna polos tetapi berbeda antara jantan dan juga betina. Untuk melakukan proses pemijahan ini, pastikan indukan yang dipilih memiliki tubuh yang sehat, lincah dan juga sudah matang.

2. Ciri-ciri Indukan Jantan

Untuk melakukan pemijahan, tentunya anda harus dapat membedakan antara indukan jantan dan betina. Untuk membedakannya, anda bisa kenali pada ciri-ciri berikut ini.

  • Jika bagian perutnya diurut, maka akan keluar cairan berwarna putih susu dan itu merupakan cairan sperma pada indukan jantan
  • Indukan jantan memiliki tanda benjolan kecil berwarna putih pada bagian tutup insang atau terkadang juga terdapat pada sirip dada
  • Memiliki dubur berbentuk oval dan berukuran kecil

3. Ciri-ciri Indukan Koki Betina

Untuk membedakan antara indukan betina dan jantan dapat dikenali dengan ciri-ciri berikut ini :

  • Jika pada bagia perutnya di urut, maka akan keluar cairan berwarna kuning berbentuk telur
  • Memiliki perut lebih besar
  • Memiliki dubur berbentuk bulat dan besar

4. Cara Pemijahan Ikan Koki

Pada langkah pemijahan, anda siapkan akuarium atau kolam ikan dan isi dengan air bersih. Kemudian diamkan selama semalaman dan letakan tanaman eceng gondok di dalam kolam yang nantinya dapat digunakan untuk meletakan telur-telur ikan koki.

Selanjutnya siapkan indukan yang telah matang gonad, lalu masukan kedalam kolam atau akuarium yang telah disiapkan. Biasanya proses pemijahan ini dapat terjadi pada sore hari dan pasa keesokan paginya telur-telur sudah menempel pada tanaman eceng gondok. Kemudian indukan sudah dapat dipindahkan ke kolam penampungan agar dapat dilakukan pemijahan pada bulan berikutnya. Setelah itu, biarkan telur-telur tersebut hingga menetas dan jaga suhu ruangan agar tidak terlalu ekstrim dan juga jauhkan dari hama pemangsa.

5. Proses Penetasan Telur Ikan Koki

Proses penetasan telur-telur tersebut dapat berlangsung selama lebih dari 2 hari, namun jika masih ada telur yang belum menetas akan membusuk dan ditumbuhi jamur. Pastikan pada saat terjadi pembuahan, suhu akuarium harus tetap terjaga antara 24 hingga 28°C. Alangkah baiknya larva-larva tersebut diberi suplai oksigen, sehingga asupan oksigen yang dibutuhkan dapat tercukupi. Selain itu, pada proses ini harus terkena paparan sinar matahari atau sebagai alternatifnya dapat menggunakan lampu bohlam.

6. Pemeliharaan Benih Ikan Koki

Setelah 2-3 hari telur-telur tersebut akan mulai menetas dan pada hari ke 3, benih-benih tersebut sudah dapat diberikan pakan. Jenis pakan yang dapat diberikan yaitu berupa kutu air yang sebelumnya telah disaring terlebih dahulu. Kemudian setelah benih berumur 15 hari, maka benih-benih ikan koki sudah dapat diberi cacing rambut sebagai tambahan. Sebaiknya ketinggian air selalu terjada pada ketinggian 10-15 cm dan pastikan air diganti setiap satu minggu sekali, air yang digunakan sebelumnya telah didiamkan terlebih dahulu selama satu malam. Agar suhu tidak terlalu panas, sebaiknya letakan daun eceng gondok pada permukaan air agar suhu tidak terlalu panas.

7. Pembesaran Ikan Koki

Pada langkah pembesaran ini sebaiknya dilakukan setelah benih berumur 1 bulan, pada tahap pembesaran benih ikan akan sangat membutuhkan sinar matahari atau suhu lebih hangat. Maka anda dapat mengurangi daun eceng gondok dan makanan yang diberikan masih menggunakan cacing rambut, pemberian makan dapat dilakukan pada pagi hari dan jika pada sore hari masih ada sisa cacing sebaiknya segera dibuang. Setelah benih ikan berumur 4 bulan lebih, maka ikan sudah dapat dikatakan menjadi calon indukan. Calon indukan jantan dan betina sebaiknya dipisahkan, sehingga dapat dilakukan pemijahan setelah berumur 8 bulan.

8. Pemberian Pakan

Proses pemberian pakan dapat dilakukan dengan dosis antara 3-5 persen dari bobot ikan yang dipelihara, sehingga ikan berukuran besar dan kecil harus ditempatkan pada akuarium terpisah. Hindari pemberian pakan secara berlebihan, karena hal ini dapat memberikan efek buruk pada kualitas air dan kesehatan ikan. Waktu pemberian pakan dapat dilakukan secara bertahan sedikit demi sedikit, sehingga tidak akan ada pakan tersisa yang dapat membuat air menjadi mudah kotor.

Itulah cara mudah budidaya ikan hias koki di akuarium, semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk anda semua. Selamat mencoba dan semoga berhasil

Leave a Reply